Pabelan - UMS. Rabu ( 03/08 ) bertempatan di Auditorium Moh. Djazman pukul 08.00 BEM UMS mengadakan seminar nasional yang berjudul “ islam dan tantangan moral menuju Negara kleptokrasi “ yang di sampaikan oleh Eko Prasetiyo akademisi UII dan abdul Hafsih selaku ketua MUI Semarang.
Indonesia memiliki simbol ketikdakadilan baru: sandal jepit. Begitulah berita-berita dari media asing. Aksi pengumpulan sandal jepit, baru atau lawas, pun mendunia.
Pabelan UMS- sabtu ( 2/07 ) dengan semangat inteleksualitas dan advokasinya, mahasiswa – mahasiswa itu berkumpul untuk membahas sebuah permasalahan yang sedang menimpa masyarakat solo serta menyatukan visi – misi dalam gerak ke depan. Mereka adalah para pengurus BEM dari lintas universitas se-Surakarta yang berkumpul di Universitas Muhammadiyah Surakarta guna mendiskusikan berbagai kasus dan salah satunya mengenai kasus mengenai pabrik es Saripetejo .
Facebook pada saat sekarang ini bukanlah hal yang asing lagi bagi khalayak umum,bahkan sudah menjadi candu dan kegiatan sehari-hari dalam menjalani aktivitas. Ternyata, Facebook bisa menjadi media pembelajaran. Tentang warna-warni dalam hidup ini, beserta manusia-manusia yang ada di dalamnya.
Dewasa ini, Facebook sebagai jejaring sosial juga berfungsi sebagai tempat dimana orang-orang di seluruh dunia memberikan respons atas masalah aktual. Kalau dulu kita hanya mendapatkan tempat di surat pembaca pada surat kabar, maka kini jejaring Facebook memungkinkan agar informasi yang ada di sebuah negeri, dengan segera diakses oleh negeri lainnya.
Oleh sebab itu, bolehlah kita sebutkan bahwa Facebook saat ini telah menjadi ajang pertempuran kepentingan antara satu dan lainnya.Facebook yang sedang booming saat ini, tentu mendatangkan maslahat, juga mudarat.
Mahasiswa maupun civitas akademika sudah sangat bersahabat dengan facebook walaupun tidak semuanya,namun sebagian besar tentu sangat excited dengan facebook.Banyak grup-grup facebook yang dibuat untuk tujuan forum diskusi maupun sebagai wadah peyampaian aspirasi.Namun yang sangat disayangkan,etika menyampaikan pendapat dalam penggunaan facebook tidak diindahkan oleh pengguna facebook itu sendiri, tidak bisa dipungkiri banyak postingan yang tujuannya sebagai kritik yang membangun namun ditanggapi dengan komentar-komentar pedas dan panas yang akhirnya menimbulkan perdebatan panjang yang saling menyalahkan atau lebih kerennya disebut dengan ” Debat Kusir” yang sejatinya hanya menambah permasalahan.
Harusnya pengguna sama-sama mencari solusi atas permasalahan yang diperbincangkan,bukan saling serang dan menyalahkan yang berujung pada makian dan hinaan yang sejatinya tidak perlu terjadi di dalam forum diskusi atau grup facebook itu sendiri.
Akhir-akhir ini banyak grup-grup facebook yang penuh diwarnai dengan debat kusir yang membuat pembacanya gerah dan panas sehingga memancing emosi dan perkataan yang seharusnya tidak patut untuk di publishkan khalayak umum. Kemudahan komunkasi ini harusnya dimanfaatkan sebagai sarana pertukaran informasi dan menyampaiakan pendapat dengan tetap mengindahkan etika berpendapat.
facebook juga bisa disebut sebagai ajang balas dendam,mungkin banyak orang yang mempunyai dendam pribadi memanfaatkan facebook sebagai sarana menurunkan image musuhnya tersebut,sehingga publik dapat membaca dan mengetahui betapa buruknya image suatu organisasi atau perseorangan itu,sungguh sekali lagi hal ini sangat disayangkan keberadaannya.
berita-berita yang tidak aktual biasa muncul dan diperdebatkan,padahal fakta belum tentu benar demikian.Daripada permasalahan terus berlanjut terlalu jauh,alangkah baiknya para facebookers yang beradu pendapat dapat bertatap muka langsung untuk membicakan masalah dan mencari solusi secara kongkrit.Hal ini dirasa lebih diplomatis dibandingkan hanya beradu argumen yang hanya akan memperburuk citra masing-masing personal.Facebook bukanlah ajang untuk saling menyalahkan dan memojokkan suatu organisasi,kelompok maupun perseorangan,namun lebih kembali ke fungsi awalnya yaitu wadah untuk saling bertukar informasi dan menyampaikan pendapat dengan tetap memperhatikan etika agar tidak ada pihak yang merasa dipojokkan dan disalahkan.Mencari Solusi bersama itulah yang diharapkan
Bertempat di Auditorium Moh Dzajman 29 desember 2011, departemen Komunikasi dan informatika Badan Eksekutif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan seminar regional bertema “media= mesin politik sebagai study kasus demokrasi Indonesia”. Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 200 mahasiswa itu berlangsung mulai pukul 09.30- 12.30 WIB dengan pembicara:
1. Khamim Irfani (Politisi)
2. Budi Santoso (Suara Merdeka)
3. Joko Sutarso ( Komunikasi Politik UMS)
dan di moderatori oleh Arief Fajar(salah satu dosen komunikasi UMS).
Jan 12
6
Jakarta – Indonesia memiliki simbol ketikdakadilan baru: sandal jepit. Begitulah berita-berita dari media asing. Aksi pengumpulan sandal jepit, baru atau lawas, pun mendunia.
Aneka judul menghiasi media massa asing, mulai media Singapura hingga AS. Ada yang memberi judul “Indonesians Protest With Flip-Flops”, “Indonesians have new symbol for injustice: sandals”, “Indonesia’s Flip-Flop Revolution”, “Indonesians dump flip-flops at police station in symbol of frustration over uneven justice”, maupun “Indonesians fight injustice with sandals”.
“ kawasan ini telah menjadi pusat percaturan dunia kedua setelah timur tengah ( Kimihiro ishikane ). “
Ibarat seorang gadis remaja cantik yang tengah tumbuh berkembang dan seandianya gadis ini berjalan maka semua mata akan memandang dirinya, begitu juga negara – negara di asia tenggara tengah menjadi sorotan Negara – negara yang ada disekitarnya, seolah berlomba – lomba mendekatinya. Ada banyak cara mereka gunakan, mulai dari pendekatan lewat pemberian bantuan paket ekonomi, infrastruktur, pertahanan dan keamanan, sampai upaya mengaksepi sejumlah prinsip yang dianut “ sang gadis “.
Untuk contoh terkahir tersebut sudah dilakukan oleh Brasil pada Konfrensi Tingkat Tinggi ASEAN di Bali, 16 -19 November 2011 menghasilkan kerjasama ASEAN dengan brazil ( TAC ). KTT ASEAN tersebut adalah ritual ke -19 negara – Negara Asia tenggara yang dihadiri setidaknya 1.000 pebisinis dunia. Tidak hanya brasil Negara lain- lain seperti jepang, AS, dan China juga berebut pengaruh di Negara ASEAN. Dan yang paling menarik adalah dari ketiga Negara tersebut China, Jepang, dan AS karena Negara – Negara tersebut merupakan peringkat 3 teratas kekuatan ekonomi dunia.
November ini , ada dua perhelatan besar untuk kawasan yang sama di Indonesia. Pertama SEA Games yang berlangsung sejak pecan silam di Palembang dan Jakarta. Dan kedua adalah Konfrensi Tingkat tinggi ( KTT ) ASEAN di Nusa Dua Bali, yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis 17 November 2011.
KTT ASEAN kali ini menarik untuk disimak karena dunia sedang dilanda ketidakpastian global, krisis ekonomi yang melanda zona Eropa, misalnya, masih terus berlangsung dan bahkan sudah memakan korban berupa tumbangnya pemerintahan dan KTT kali ini juga dihadiri plus three ( jepang, China, dan korsel ) pada 18 november . pada 19 november , dilanjutkan dengan KTT-6 Asia Timur yang dihadiri para pemimpin ASEAN serta Australia, China, Jepang, Korsel, Selendia Baru, Rusia dan AS.
China vs As